Gowa — Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar menggelar kegiatan rutin berupa penyusunan instrumen monitoring dan evaluasi (monev) akademik dan nonakademik. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang KPM/GPM Lantai 1 FAH dan dihadiri oleh pengurus Komite Penjaminan Mutu (KPM) FAH serta perwakilan GPM dari berbagai program studi di lingkungan fakultas.
Kegiatan
dibuka secara resmi oleh Ketua KPM FAH Dr. Syamhari, M. Pd, yang dalam
sambutannya menegaskan pentingnya penyusunan instrumen monev sebagai bagian
dari penguatan budaya mutu di tingkat program studi. Ia menyampaikan bahwa
instrumen yang terstruktur dan terstandar akan memudahkan proses evaluasi
berkelanjutan terhadap pelaksanaan akademik maupun layanan nonakademik.
Pelaksanaan
kegiatan ini dikoordinasikan oleh GPM Prodi SPI sebagai panitia pelaksana,
dengan peserta berasal dari masing-masing GPM program studi. Forum ini menjadi
ruang kolaboratif untuk merumuskan format, indikator, serta mekanisme penilaian
yang relevan dengan kebutuhan mutu setiap prodi, baik pada aspek pembelajaran,
administrasi akademik, layanan mahasiswa, hingga tata kelola nonakademik.
Instrumen
yang disusun dirancang untuk menjadi perangkat resmi dalam proses penjaminan
mutu internal program studi. Melalui instrumen tersebut, setiap prodi
diharapkan mampu melakukan monitoring dan evaluasi secara sistematis, terukur,
dan berkelanjutan, sehingga perbaikan mutu dapat dilakukan berbasis data dan
temuan lapangan.
Melalui
kegiatan ini, GPM SPI berharap seluruh program studi di lingkungan FAH nantinya
memiliki instrumen monev akademik dan nonakademik yang baku, sehingga proses
penjaminan mutu tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjadi
budaya kerja yang melekat dalam pengelolaan pendidikan tinggi.

